Humanika Psychology Center

HUMANIKA

Psychology Center

Self-love: Kunci Menjaga Kesehatan Mental

Sejak hangatnya isu dan pembahasan seputar kesehatan mental, istilah self-love menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat. Rupanya, mencintai diri sendiri merupakan salah satu kunci dalam menjaga kesehatan mental, lho!

Mencintai dan menerima diri sendiri akan memudahkan kita dalam mengelola emosi dan mengembangkan pikiran yang lebih positif. Inilah mengapa self-love salah satu kunci utama dalam membentuk diri kamu menjadi lebih baik.

Namun, sebenarnya apa sih arti dari konsep self-love itu sendiri? Lalu, bagaimana cara menerapkannya? Yuk simak artikel berikut ini sampai habis agar kamu semakin menghargai diri kamu!

Apa itu Self-love?

Menurut Khoshaba (2012) dalam Psychology Today, self-love merupakan kondisi saat kita mampu menghargai diri sendiri dengan melakukan tindakan yang mendukung perkembangan psikologis, fisik, serta spiritual. Selain itu, self-love juga tumbuh melalui tindakan yang mendewasakan diri kita. Contohnya, ketika kita mampu menerima kelemahan dan kelebihan kita, menjadi lebih fokus pada tujuan dan nilai-nilai hidup kita, serta hidup dengan perasaan puas atas segala usaha yang telah kamu lakukan.

Nah, agar kamu bisa menyayangi diri sepenuhnya, yuk simak keempat aspek self-love berikut ini!

1. Self-awareness (Kesadaran Diri)

Self-awareness adalah kesadaran diri seseorang terhadap proses berpikirnya. Proses berpikir yang dimaksud adalah bagaimana pemikiran tersebut memengaruhi tindakan, perilaku, dan emosi individu. Kita bisa memahami bagaimana cara menangani berbagai hal dan situasi secara efektif dengan adanya kesadaran diri yang baik. Dengan demikian, seseorang dapat menghindari situasi yang dirasa kurang nyaman. Kamu bisa meningkatkan self-awareness dengan satu trik sederhana, yaitu membuat catatan harian tentang emosi, pikiran, dan tindakan yang kamu lakukan.

2. Self-worth (Harga Diri)

Self-worth atau harga diri merupakan prinsip yang dimiliki seseorang ketika ia berhasil mengenal dirinya sendiri. Self-worth akan tumbuh saat individu telah memahami bahwa ia tidak harus menuruti kriteria penilaian orang lain karena sudah mengetahui apa yang menjadi standar untuk dirinya sendiri. Nah, agar kamu bisa memegang prinsip ini sepenuhnya, yuk kurangi kecemasan kamu untuk memenuhi ekspektasi orang lain!

3. Self-esteem (Kepercayaan Diri)

Self-esteem adalah kesadaran diri bahwa kita berharga terlepas dari apa yang telah kita lalui atau miliki. Meski tampak serupa dengan self-worth, self-esteem lebih berpaku pada kualitas dan pencapaian yang dimiliki seseorang. Self-esteem merupakan keadaan ketika individu merasa cukup dan nyaman dengan siapa dirinya, di mana ia berada, hingga hal-hal yang dimilikinya. Dengan self-worth yang baik, seseorang mampu meningkatkan self-esteem di dalam dirinya. Namun, perlu diingat bahwa self-esteem yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kesombongan dan ketidakmampuan untuk belajar dari kesalahan. Bahkan, self-esteem yang terlalu tinggi bisa menjadi gejala dari narsisme, lho!

4. Self-care (Perawatan Diri)

Self-care adalah segala tindakan yang dilakukan seseorang untuk menjaga dirinya tetap sehat, baik fisik maupun mentalnya. Aktivitas yang bisa kamu lakukan diantaranya adalah dengan makan makanan bergizi, tetap terhidrasi, bersantai di akhir pekan, mendengarkan musik, berolahraga, menghabiskan waktu dengan orang terkasih, dan melakukan hal-hal yang kita sukai. Dibandingkan dengan aspek self-love lainnya, self-care merupakan aspek yang paling mudah untuk dilakukan.

Jika kamu mampu menerapkan satu atau dua aspek self-love yang dijelaskan di atas, kamu akan mulai lebih menerima dan mencintai diri sendiri. Meski self-love penting diterapkan, bukan berarti kamu bisa bebas melakukan apa pun tanpa memedulikan lingkungan sekitar, ya! Jangan lupa untuk berbuat baik, peduli, dan berempati kepada orang lain. Bila kamu merasa memiliki masalah seputar self-love dan bagaimana cara menerima diri sendiri, jangan ragu untuk konsultasikan ke psikolog atau hubungi tim Humanika Psychology Center.


Sumber:
Garnistia, E. (2021). Yuk Mulai Lakukan Self Love dengan 4 Hal Ini. Brain Academy. Retrieved from https://www.brainacademy.id/blog/yuk-mulai-lakukan-self-love-dengan-4-hal-ini.
Khoshaba, D. 2012. A Seven-Step Prescription for Self-Love. Psychology Today. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love.
Kusuma, A. (2020). Self-Love: Menghargai Diri Sendiri, Kalau Bukan Kamu Siapa Lagi?. Satu Persen. Retrieved from https://satupersen.net/blog/self-love-menghargai-diri-sendiri-kalau-bukan-kamu-siapa-lagi.Mutiwasekwa, S. (2019). Self-love. Psychology Today. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-upside-things/201911/self-love.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *